Problematika Masyarakat Modern


gambar

“Revolusi Teknologi” dengan meningkatkan kontrol terhadap materi, ruang dan waktu, menimbulkan revolusi ekonomi, gaya hidup, pola pikir dan sistem rujukan. Dalam kaitannya terdapat tiga keadaan dalam menyikapi revolusi teknologi, yaitu kelompok orang yang optimis, pesimis, dan pertengahan antara keduanya.

Bagi kelompok yang optimis kehadiran revolusi teknologi justru menguntungkan, seperti yang diperlihatkan Ziauddin Sardar. Menurutnya, revolusi informasi, kini sedang dijajakkan sebagai suatu rahmat besar bagi umat manusia, serta akan menyebabkan timbulnya desentralisasi, dan karena itu akan melahirkan suatu masyarakat yang lebih demokratis yang telah meningkatkan keragaman budaya melalui penyediaan informasi yang menyeluruh sesuai dengan keragaman selera dan kemampuan ekonomi untuk menciptakan kemakmuran seluruh lapisan masyarakat.

Sementara bagi kelompok yang pesimis memandang kemajuan teknologi akan memberikan dampak yang negatif. Sebagai contoh, lapangan kerja yang selama ini banyak menyerap tenaga kerja, telah mulai ditangani oleh teknologi yang hemat tenaga kerja, akibatnya terjadilah pengangguran.

Teknologi juga akan berbahaya jika berada ditanagan orang yang secara mental dan keyakinan agama belum siap. Mereka dapat menyalahgunakan teknologi untuk tujuan-tujuan yang destruktif dan mengkhawatirkan. Penggunaan teknologi kontrasepsi misalnya dapat menyebabkan orang dengan mudah dapat melakukan hubungan seksual tanpa harus takut hamil atau berdosa. Demikian juga kemajuan teknologi dibidang teknologi farmasi atau obat-obatan dapat menyebabkan diciptakannya berbagai bentuk obat yang membahayakan dengan versi yang berlainan dan dapat diperoleh dengan cara-cara yang mudah. Selanjutnya kemajuan dibidang teknologi rekayasa genetika, melalui apa yang disebut dengan bayi tabung, dapat mendorong manusia memproduksi manusia untuk dijualbelikan sebagaimana menjual buah-buahan, atau binatang.

Bagi kelompok yang mengambil sikap antara optimis dan pesimis terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) mengatakan, bahwa iptek itu positif atau membahayakan pada pengangguran, inflasi dan pertumbuhan, tergantung pada cara orang mengelolanya, tanpa harus ditangguhkan, dan demi kepentingan kerja sama dan perdamain. Dalam kaitan ini menarik sekali apa yang dikemukakan sosiolog Perancis Jacques Ellul yang mengatakan bahwa kemajuan dalam bidang teknologi akan memberi pengaruh sebagai berikut:

  1. Semua kemajuan teknologi menuntut pengorbanan, yakni dari satu sisi teknologi memberi nilai tambah, tapi pada sisi lain dapat mengurangi.
  2. Nilai-nilai manusia yang tradisional, misalnya harus dikorbankan demi efisiensi.
  3. Semua kemajuan teknologi lebih banyak menimbulkan masalah ketimbang memecahkannya.
  4. Efek negatif teknologi tidak bisa dipisahkan dari efek positifnya. Teknologi tidak pernah netral. Efek negatif dan positif terjadi serentak dan tidak terpisahkan.
  5. Semua penemuan teknologi mempunyai efek yang tidak terduga.

Penggunaan iptek modern yang demikian itu masih lebih banyak dikendalikan oleh orang-orang yang secara moral kurang dapat dipertanggungjawabkan. Sikap hidup yang mengutamakan materi (materialistic), memperturutkan kesenangan dan kelezatan syahwat (hedonistic), ingin menguasai semua aspek kehidupan (totaliteristic), hanya percaya pada rumus-rumus pengeteahuan empiris saja, serta paham hidup positivistis yang bertumpu pada kemampuan akal pikiran manusia nampak lebih menguasai manusia yang memegang ilmu dan teknologi. Di tangan mereka yang berjiwa dan bermental demikian itu, ilmu pengetahuan dan teknologi modern memang sangat mengkhawatirkan. Mereka akan menjadi penyebab kerusakan di daratan dan di lautan sebagaimana yang diisyaratkan al-Qur’an (QS. Al-Rum, 30 : 41).

Artinya : Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).(QS. Al-Rum, 30 : 41).

Dari siakp mental yang demikian itu kehadiran ilmu pengetahuan dan teknologi telah menghadirkan problematika masyarakat modern sebagai berikut.

  1. Desintegrasi Ilmu Pengetahuan
  2. Kepribadian Yang Terpecah (Split Personality)
  3. Penyalahgunaan Iptek
  4. Pendangkalan Iman
  5. Pola Hubungan Materialistik
  6. Menghalalkan Segala Cara
  7. Stress dan Frustasi
  8. Kehilangan Harga Diri dan Masa Depannya

 

 

Iklan

4 thoughts on “Problematika Masyarakat Modern

    • Sahabat Asep mustari…
      Setiap problem, memang sering menekan kita… baik itu secara jasmani maupun rohani…
      Salah satu kiat yang diajarkan oleh pengajar saya adalah.. husnudzon (berbaik sangka) kepada YME & berproses untuk menggapai jalan terbaik itu…
      kemudian bersabar & tawakal…
      Karena kita tidak tau, apa yang terbaik untuk kita… selain diketahui YME….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s